Ternyata Memang Benar, Lingkungan Sangat Berpengaruh Terhadap Tingkah Laku Balita

Gambar

Ini bukan berdasarkan data dari lembaga survei tingkat nasional maupun internasional, tapi ini adalah berdasarkan kisah nyata 🙂 . Ini terjadi pada anak perempuan saya yang berusia 1 tahun 11 bulan 19 hari pada saat artikel ini ditulis. Saya sempat terkejut ketika bermain dengan anak perempuan saya untuk yang pertama kalinya setelah pulang dari Bekasi bersama ibu mertua dan istri saya. Anak perempuan saya ini selalu berbicara menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara dan ketika saya berbicara menggunakan bahasa jawa anak saya tidak paham dengan maksud kata-kata saya.

Gambar

Gambar

Awal ceritanya sekitar akhir bulan November tahun 2013, istri dan anak saya ikut ibu mertua untuk tinggal di Bekasi selama beberapa minggu. Selama tinggal di sana, mereka selalu menggunakan bahasa Indonesia ketika berinteraksi dengan orang lain. Sedikit demi sedikit, anak perempuan saya pun juga mulai mengerti dan menggunakan bahasa Indonesia walaupun hanya beberapa kata saja dan belum jelas pengucapannya. Karena memang pada usia-usia tersebut anak mudah sekali untuk menangkap dan menirukan apapun dari lingkungannya.

Dalam bermain dengan teman sebayanya, anak saya juga selalu menggunakan bahasa Indonesia. Dan yang lebih membuat saya agak khawatir adalah ketika istri dan mertua saya menonton tv, anak saya pun ikut menonton acara-acara televisi yang menurut saya sangat tidak mendidik seperti Pesbuker, YKS, dan lainnya. Dan lebih mengkhawatirkannya lagi ketika kemarin bermain dengan saya, dia bisa menirukan goyang joget bang jali dan  goyang sesar. Itu beberapa hal yang membuat saya miris, walaupun didampingi oleh orang tua, hal-hal buruk seperti itu dapat langsung cepat ditangkap dan dipraktekkan oleh anak kecil.

Gambar

Harapan saya sebagai seorang bapak muda 🙂 tentu tidak ingin anaknya melupakan bahasa daerah dimana kita tinggal, walaupun dibilang ndeso, ketinggalan zaman, atau apapun itu. Dan saya juga termasuk orang yang tidak suka dengan acara-acara televisi yang tidak mendidik sama sekali seperti Pesbuker, YKS, dan lainnya. Karena dampak buruk dari acara-acara televisi tersebut sudah sangat jelas di masyarakat kita. Dan yang terakhir untuk orang tua agar lebih berhati-hati dan lebih waspada dalam mendidik dan mengawasi anak-anaknya terutama yang masih kecil dan beranjak remaja.

Jangan biarkan anak-anak kita menjadi generasi penerus seperti ini

Gambar

Gambar

Gambar

(sumber: kaskus)

Iklan

19 pemikiran pada “Ternyata Memang Benar, Lingkungan Sangat Berpengaruh Terhadap Tingkah Laku Balita

  1. miris…dan nggak bisa berbuat apa apa…

    nggak di belikan tv ..kasian…
    di belikan tv acaranya mayoritas koyok ngunu 😦

    padahal aku nek nonton mung seneng channel NatGeo Wild karo Metro Tv. eee..malah kalah karo aggota rumah yg lain yg suka acara begituan 😦

    Suka

  2. TV swasta nasional sekarang memang sudah tidak mendidik lagi. Lebih banyak tontonan daripada tuntunan. Terus terang, saya ngga nonton tv lagi. Selama ada internet kita bisa pilih informasi yang mau kita lihat. Bisa pilih-pilih, salah satunya nyambangi blog-blog 😀
    Informasinya lebih banyak yang mendidik di blog ketimbang TV.

    Suka

  3. Wah, di Bekasi nya dimana Mas?
    Kalau kapan-kaan ke Bekasi lagi, bolehlah kontak-kontak. Siapa tahu kita bisa jumpa.
    Tentang pangaruh thd balita, ah iya memang sepertinya demikian.
    jadi harus membuat semacam badan sensor sendiri nih di rumah ya…

    Suka

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s