Fenomena FBY dan FBH

Sebelumnya mungkin bagi yang belum tahu apa kepanjangan dari FBH dan FBY, saya akan menjelaskan kepanjangan dari FB yaitu fans boy. Dan di belakangnya Y dan H, pasti you know lah dua nama pabrikan motor di Indonesia yang saat ini terkenal dengan produk motor-motornya di bawah 250 cc.
berkelahi
Di dunia blogsphere, keduanya terkenal dengan komentator-komentatornya yang menghujat satu sama lain. Salah satu contoh blog kondang yang terkena imbasnya adalah kang IWB. Hampir di setiap artikel yang beliau tulis, FBY dan FBH ini selalu saja muncul dan menjelek-jelekkan produk satu sama lain. Umumnya mereka memakai nick name palsu, seperti MBAH DARMO, DOHC LEMOT, YAMAHO=BUOROS PUOLL, dan lain sebagainya. Dahulu sebenarnya sempat bisa diatasi oleh pemilik blog dengan mengharuskan komentator login terlebih dahulu menggunakan salah satu akun. Dan pada akhirnya dikembalikan lagi seperti biasa atas banyaknya desakan para pengunjung blog tersebut.
Dengan adanya komentar-komentar yang isinya saling menyudutkan tersebut, tentunya beliau sangat dirugikan karena ulah sebagian komentator yang tidak bertanggung jawab. Kesabaran manusia itu tentu ada batasnya, dan itupun yang dilakukan beliau untuk mengingatkan para komentatornya agar tidak menyudutkan produk tertentu.
Mas IWB sendiri tentunya ingin sekali menghadirkan berita dan informasi teraktual seputar dunia otomotif yang netral tanpa memihak salah satu pabrikan. Tetapi karena ulah para komentator-komentator yang mengandung penggiringan opini, maka beliau harus lebih ekstra untuk menanggapinya.
koment IWB
koment IWB 2
koment IWB 3
Di dunia nyata pun, perang produk juga dilakukan oleh para marketingnya melalui black campaign dengan menjelek-jelekkan kekurangan produk saingan.

source: cicakkreatip.com

source: cicakkreatip.com


source: campurtumpah

source: campurtumpah


source: aripitstop

source: aripitstop


Apapun motivasinya semoga para fans boy tersebut dapat sadar dan tidak lagi menjelek-jelekkan produk tertentu karena menurut saya tidak ada untungnya marketing dengan cara seperti itu. Masyarakat sekarang sudah pandai mana produk yang benar-benar sesuai untuk dibeli. Intinya gak usahlah BeCe BeCe an apalagi penggiringan opini, gak ada untungnya.

Iklan

42 pemikiran pada “Fenomena FBY dan FBH

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s