Hati-Hati Memarkir Sepeda Ketika Berada di Sawah

Kejadian ini dialami sendiri oleh bapak saya beberapa hari yang lalu ketika sedang membersihkan rumput-rumput liar di sawah yang ditanami padi. Karena memang sebelumnya selama hampir berpuluh-puluh tahun meninggalkan sepedanya di pinggir sawah aman-aman saja tanpa dikunci. Seperti biasanya pagi hari setelah sarapan, bapak saya pergi ke sawah yang jaraknya dari rumah sekitar 1,5 kilometer menggunakan sepeda “jengki” yang jika dibilang memang sudah jelek.

Source: kaskus Seperti inilah kira-kira gambaran sepedanya

Source: kaskus
Seperti inilah kira-kira gambaran sepedanya

Setelah memarkirkan sepedanya di pinggir jalan yang dekat sawah, bapak kemudian melakukan aktivitasnya yang kali ini membersihkan rumput-rumput liar di pinggir tanaman padi yang baru berusia sekitar tiga minggu. Dimulai dari sisi sebelah selatan kemudian terus-menerus ke sebelah utara. Ketika baru sampai 2/3 bagian yang selesai, terdengar suara dari ibu-ibu yang kebetulan juga sedang membersihkan rumput di samping sawah bapak saya. Ibu tersebut berada di posisi sebelah selatan dan jauh dari tempat bapak saya berada sambil berteriak, “Pakdhe, Sepedane njenengan digowo wong edan!!!!” (ibu-ibu tersebut tidak bisa mengejar karena memakai jarik)*

Karena bapak saya yang sudah tua dan pendengarannya agak berkurang, bapak saya tidak mendengar. Sampai beberapa kali ibu itu berteriak tapi tetap saja bapak tidak mendengar. Akhirnya setelah berkali-kali berteriak bapak saya mendengar dan mendapati sepedanya sudah dibawa ke jalan raya. Mau dikejar pun juga tidak bisa karena jaraknya yang cukup jauh dan di sekitar sawah tersebut hanya ada bapak dan ibu tadi. Jadi tidak ada yang dapat dimintai bantuan.
Menurut ibu tadi, bahwa yang mengambil sepeda tadi adalah orang gila. Karena beberapa hari sebelumnya orang gila tersebut juga mampir di warung tetangganya dan menjarah makanan di warung tersebut. Akhirnya bapak saya pasrah dan pulang berjalan kaki menuju ke rumah dengan meninggalkan aktivitasnya di sawah yang belum selesai. Ketika dilakukan pencarian oleh kakak saya, hasilnya juga nihil tidak ditemukan.
Berikut ini denah gambar lokasi kejadian:

sepeda hilang

Semoga bisa menjadi pembelajaran, tetap waspada dimanapun berada walaupun kita sudah sering berkunjung ke tempat tersebut.

*jarik = kain panjang yang biasanya digunakan orang dulu sebagai pengganti rok panjang (bener ora yo) 😀

Iklan

40 pemikiran pada “Hati-Hati Memarkir Sepeda Ketika Berada di Sawah

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s