Tetap Bertahan Walau Sudah Banyak yang Meninggalkannya

Selamat siang semuanya, semoga kita selalu diberikan keberkahan di setiap aktivitas yang kita lakukan di hari ini. Kali ini, saya tidak akan membahas tentang dunia blogsphere otomotif yang lagi santer-santernya membahas tentang Yamaha R25 yang katanya harganya kemungkinan di kisaran 50 juta rupiah.
Seiring dengan perkembangan ekonomi sekarang ini, tentunya banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita. Salah satunya adalah penggunaan kompor gas. Penggunaan kompor gas ini dimulai ketika Bapak Jusuf Kalla menjabat sebagai wakil presiden Republik Indonesia. Beliau ini gencar untuk menghimbau masyarakat menggunakan kompor gas bahkan programnya membagi-bagikan gratis kompor dan tabung gas elpiji dengan istilah Konversi dari minyak ke gas kepada rakyat. Sebelum ada konversi minyak ke gas ini, mayoritas masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kompor minyak dan kayu bakar karena dirasa lebih murah. Namun karena harga minyak dunia yang cenderung terus naik, maka muncullah ide pemerintah untuk melakukan konversi tersebut.

Source: 2.bp.blogspot.com

Source: 2.bp.blogspot.com

Namun, ada juga yang tetap bertahan salah satunya masih menggunakan kayu sebagai sarana untuk memasak. Walaupun sudah jarang, namun di pedesaan masih bisa kita jumpai yang menggunakan kompor kayu bakar (pawon). Salah satu alasan kenapa mereka masih tetap memilih menggunakan kayu bakar adalah karena menurut mereka hasil masakan dari menggunakan kayu bakar lebih enak daripada menggunakan gas atau kompor minyak. Itu menurut penuturan orang-orang tua yang masih tetap menggunakan kayu bakar untuk memasak. Walaupun dengan resiko abu jelanga hasil pembakaran kayu membuat dinding menjadi hitam. Dan juga masih melimpahnya kayu yang bisa digunakan untuk memasak.

IMG_20140513_055817

IMG_20140513_060043

Di rumah saya sendiri, ibu masih menggunakan kayu bakar untuk memasak nasi dan air. Kompor gas di rumah hanya digunakan untuk memasak sayur dan menggoreng lauk dengan alasan lebih praktis. Bagaimana di tempat tinggal Anda sendiri, apakah masih ada yang menggunakan kayu bakar untuk memasak?

Iklan

36 pemikiran pada “Tetap Bertahan Walau Sudah Banyak yang Meninggalkannya

  1. makin metropolis orang-orang, tungku kayu bakar makin terpinggirkan.
    dulu di kota kecil saya tinggal, kalo ada hajatan pasti tungku kayu bakar jadi senjata untuk masak-masak dalam jumlah besar

    kalo sekarang di sini mah tinggal pesen katering πŸ˜€

    Suka

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s