Kapan Lepas dari Zona Nyaman?

“Hidup itu seperti roda yang berputar, ada kalanya kita berada di atas dan ada kalanya di bawah”

nyaman

Setiap kita pastilah mempunyai profesi untuk mencari nafkah. Memberikan sesuap nasi untuk keluarga maupun untuk anak istri kita. Ada yang berprofesi sebagai petani, pegawai negeri sipil, dokter, wiraswasta, karyawan, dan lain sebagainya.
Berbicara tentang karyawan pastilah berbicara tentang perusahaan. Meminjam kata-kata dari pak RT bahwa di manapun kita berada pastinya ada sebuah persaingan. Dan tentunya persaingan yang ideal adalah persaingan yang sehat. Di dalam sebuah perusahaan pastinya juga ada persaingan. Mereka para karyawan tersebut berlomba-lomba untuk meningkatkan status mereka dan jabatan. Di saat seperti ini, terbukti yang mana kawan yang mana sebenarnya lawan kita. Terus terang, saya bekerja bukan untuk sebuah posisi dan jabatan melainkan untuk memberikan keluarga, istri, dan anak saya rezeki yang halal. Tidak perduli sebagai apa yang penting rezeki yang saya peroleh menjadi berkah untuk keluarga besar saya.

keluar-zona-nyaman

Sebuah perusahaan pasti ada masa-masa berjaya dan ada kalanya mengalami masa kritis. Ketika perusahaan dalam kondisi yang sedang naik, pastilah kita sebagai karyawan dalam kondisi yang sangat nyaman. Gaji naik, fasilitas untuk karyawan tercukupi, dan berbagai kenyamanan lainnya.
Namun ada kalanya perusahaan dalam masa kritis. Nah, ketika masa kritis inilah karyawan yang bagus dipertahankan, yang kurang disingkirkan dengan istilah mutasi, dan yang kalah dan menyerah yang tidak sanggup dengan tugas dipersilakan untuk resign atau out. (IMHO = in my humble opinion)
Lalu dengan kondisi seperti itu, bagaimana kita mensikapinya? Apakah kita tetap mengikuti perintah dari atasan, ataukah kita keluar dari zona nyaman karyawan. Tentunya ada banyak sekali pertimbangan untuk memutuskan apakah kita akan tetap bertahan atau bahkan keluar dari zona tersebut. Tetapi ada kalanya kita harus keluar dari zona nyaman agar kita tidak terus terlena dengan kenyamanan tersebut.

zona nyaman

Setiap tempat di muka bumi ini adalah tempat mencari rezeki, tinggal kita sendiri yang memutuskan untuk mencari rezeki di tempat yang mana. Setiap manusia mempunyai rezeki masing-masing janganlah takut tidak mendapat rezeki walaupun tidak menjadi seorang karyawan. Yakin bahwa yang mengatur rezeki itu adalah Tuhan, bukan atasan kita. Ngomong opo to sakjane iki, assss wis wae lah.

Iklan

15 pemikiran pada “Kapan Lepas dari Zona Nyaman?

Bla.... bla...... bla......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s