Kondisi si “Prengus” Setelah Diajak Touring Membelah Gunung

IMG_20140819_071031

Seperti gambar di atas, alat pembuangan knalpot si “prengus” sementara harus saya ikat dengan seutas kawat agar knalpot tersebut tidak naik turun karena patah di bagian plat penghubung bekas las2an sebelumnya. Hasil las hanya bisa bertahan selama kurang lebih 4 bulan, mungkin karena penggunaan yang seringkali wara wiri di jalanan boyolali – wonogiri. Ditambah lagi dengan touring ke Dieng kemarin yang beberapa jalannya lumayan rusak. Kalau saran mas hoho sih, mendingan diganti saja pakai plat seperti yang digunakan di knalpot2 racing yang menurutnya lebih awet.

Iklan

24 pemikiran pada “Kondisi si “Prengus” Setelah Diajak Touring Membelah Gunung

      • soalu aku pas pasang klakson keong juga awalnya pake plat bawaannya yg sebenere lentur tapi dari besi, trus patah. pake besi L yg tak potong juga akhirnya patah. terakhir aku pake plat L alumunium (tebel kira2 2mm), semoga awet. coz alumunium ga gampang patah.

        Suka

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s