Wacana Pembangunan Tiga Hingga Empat Simpang Lima dan Miniatur Gunung Merapi di Boyolali Serta Infrastruktur Jalan di Perbatasan Boyolali

Pagi hari ini 29 Februari 2016 saya luangkan waktu sejenak untuk membaca berita online solopos. Ada satu berita yang membuat hati saya begitu marah, bingung, tak habis pikir, dan lain sebagainya. Pasalnya menurut wacana ada beberapa proyek baru di wilayah Kabupaten Boyolali yang menurut saya itu sebagai buang-buang duit APBD. Anda pasti juga sudah mengetahui bahwa bupati baru Boyolali adalah Bapak Seno Samudro yang terpilih kedua kalinya untuk menjadi Pemimpin Daerah di Boyolali. Berencana untuk membangun lagi tiga sampai empat simpang lima di beberapa titik di Jalan Nasional Boyolali dan juga wacana pembangunan miniatur Gunung Merapi.

Jpeg

Di akhir-akhir masa jabatannya yang pertama, beliau membangun Simpang Lima yang di tengahnya terdapat patung Arjuna Wijaya yang menurut beberapa sumber seluruh pengerjaannya menelan dana hampir 10 Miliar rupiah. Untuk pembuatan patungnya sendiri menelan dana sebesar 6 miliar rupiah. Sebuah angka yang tidak terlalu sedikit untuk sebuah Kabupaten seperti Boyolali dengan pendapatan daerah yang belum begitu banyak.

Namun, hal ini bertolak belakang dengan kondisi jalan-jalan di Boyolali. Salah satu contohnya jalan di perbatasan timur Boyolali yang menghubungkan antara Kalioso dengan Ngemplak ini. Dibagikan ke dalam sebuah grup pertengahan Bulan Februari ini oleh akun yang setiap hari berangkat dan pulang kerja melewati daerah tersebut.

Jalan Rusak Berlubang Ngemplak-Kalioso Boyolali

Jalan Rusak Berlubang Ngemplak-Kalioso Boyolali 5

Dapat dilihat, bahwa kondisi jalannya sangat buruk sekali ditambah apabila sedang hujan dan setelah hujan. Genangan air menutupi jalanan yang berlubang sehingga pengendara harus berhati-hati dalam menentukan arah jalan kendaraannya. Ini diakibatkan bukan hanya karena kontur tanahnya yang bergelombang, melainkan juga diperparah oleh truk-truk bermuatan yang melewati jalan tersebut.

Masih banyak lagi jalan-jalan perbatasan di ruas Kabupaten Boyolali yang bernasih serupa di atas. Tinggal kesadaran dari pemimpin daerah untuk memperbaiki jalan-jalan tersebut atau ingin mempercantik lagi Kotanya. Atau juga mungkin sudah ada anggaran untuk memperbaiki ruas-ruas jalan perbatasan tersebut. Semoga saja wilayah-wilayah di perbatasan juga diperhatikan, tidak hanya mempercantik lagi dan lagi kotanya. Boyolali bukan hanya terpusat kotanya, tetapi juga masyarakat di beberapa kecamatan lainnya juga merasakan memiliki Boyolali dan mereka juga berhak menikmati pembangunan. Semoga bermanfaat.

Sumber gambar jalan rusak: Grup FB Info Cegatan Solo dan Sekitarnya

Iklan

14 pemikiran pada “Wacana Pembangunan Tiga Hingga Empat Simpang Lima dan Miniatur Gunung Merapi di Boyolali Serta Infrastruktur Jalan di Perbatasan Boyolali

  1. transportasi ke arah boyolali utara itu udah kaya mau mati saja, penduduknya pun rata-rata punya kendaraan masing-masing, transportasi umunya kurang memadahi, bagaimana bisa pembangunan dan ekonomi bisa merata kalau seperti itu, ditambah infrastruktur lalulintasnya juga seperti ini…

    Suka

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s