Wajar Gak Sih, Berhenti di Pinggir Waduk Ditarik Retribusi Seperti Ini

IMG_20151226_160101

Beberapa bulan lalu, saya ada janji dengan seseorang pembeli yang ingin bertemu melihat barang di sekitar Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali. Sepulang kerja, saya langsung berangkat ke Waduk Cengklik. Saya mencari tempat yang teduh dan dekat dengan jalan raya supaya mudah ditemukan. Saya menghentikan motor di tanggul pembatas berupa jalan yang biasanya digunakan oleh orang untuk lalu lintas ke ladang di pinggir waduk ataupun orang-orang yang memancing ataupun biasanya untuk tempat nongkrong para abege, remaja, pasangan kekasih memadu asmara di pinggir waduk.

Tanggul atau jalan tersebut selebar kurang lebih 1,5 meter dan berada persis di pinggir jalan yang menghubungkan jalan Waduk Cengklik – Sambi. Sambil menunggu pembeli yang belum datang, saya duduk-duduk di kursi panjang milik warung mie ayam di belakang saya memarkirkan motor. Selang 10 menit, tiba-tiba ada seorang laki-laki abg yang mungkin umurnya baru belasan tahun tanpa identitas resmi apapun datang ke saya dan langsung memberikan saya selembar kertas kecil dan meminta uang 2 ribu rupiah (di kertas padahal cuma tertulis 1.500 rupiah).

IMG_20151226_160042

Awalnya saya kaget, saya tanya untuk apa uang 2 ribu rupiah tersebut, pasalnya saya tidak masuk ke obyek wisata waduk. Abege itu menjawab katanya itu adalah retribusi masuk obyek wisata yang dikelola karang taruna setempat. Dalam hati saya heran, obyek wisata apa, wong saya hanya parkir di pinggir jalan dan kalaupun masuk obyek wisata harusnya kan ada pintu masuk dan ada petugas resmi untuk menarik retribusi WTF. Bukan masalah uangnya, tapi etikanya yang saya permasalahkan. Akhirnya daripada rame, saya kasih abege tersebut uang dan lantas dia pergi dengan motor matic modif thai looknya.

IMG_20151226_160053

Entah itu nanti masuknya ke kantong pribadi ataupun benar-benar ke kas karang taruna saya tidak tahu-menahu. Semoga saja masuk ke kas karang taruna. Kalau saya amati, retribusi yang ada di sekitar saya berhenti ini sebenarnya menyasar ke para muda-mudi yang biasanya berhenti ataupun nongkrong di pinggir waduk tersebut.

IMG_20151226_160115

Semoga saja pemerintah daerah bisa lebih serius lagi dalam mengelola obyek wisata waduk cengklik tersebut dan tidak adanya pungutan-pungutan liar.

Iklan

17 pemikiran pada “Wajar Gak Sih, Berhenti di Pinggir Waduk Ditarik Retribusi Seperti Ini

  1. kalo udah masuk ke jalan kecil itu bisa dipahami sih kang kalo ditarik karena dianggap sudah masuk kawasan wisatanya.. cuma ya itu harusnya walau tanpa gerbang pun ada petugas di ujung jalan untuk narik retribusi jadi posisine nggak kejebak seperti sampeyan..
    kalo lari uangnya kemana, ya doakan saja masuk ke karang taruna, kalo nggak sampe kesana mesti nggak berkah.. 😉

    Disukai oleh 1 orang

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s