Menikmati Pagi di Ruas Jalan Tol Solo-Kertosono

tol solo kertosono 4

Pagi tadi selepas salat Subuh saya diajak bapak untuk membantunya menjemur padi di ruas jalan tol Solo-Kertosono di desa Djebol, Donohudan karena kebetulan beberapa hari kemarin padi di sawah sudah dipanen. Alasan kenapa menjemur padi di jalan tol karena selepan yang biasanya untuk menjemur padi sudah penuh dan antri untuk menjemur padi juga. Karena kebetulan beberapa hari ini di desa Donohudan sedang panen padi berbarengan. Alhasil, karena selepan penuh padi dijemur di jalan tol.

Sekitar pukul 5 pagi saya dan bapak berboncengan berangkat dari rumah ke tempat menjemur padi tersebut. Matahari pun masih belum terlihat di timur, hanya semburat warna kemerah-merahan yang nampak. Terpal penutup padi pun kami buka dan perlahan kami sorok (dorong menggunakan kayu yang ujungnya lebar) sampai rata di semua bagian. Perlahan tanpa terasa keluar tetesan keringat membasahi baju kami. Setelah sekitar setengah jam akhirnya selesai juga proses nyorok padinya.

tol solo kertosono 5

Saya salut luar biasa pada bapak, karena diusianya yang sudah 77 tahun ini masih sehat dan kuat melakukan pekerjaan yang berat seperti ini (tak terasa mata ini berlinang air mata saat ngetik tulisan ini) apalagi selama bulan Ramadan ini beliau tetap puasa dan selalu rutin Subuhan tiap harinya di mushola dekat rumah. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi bapak serta semoga bapak selalu diberikan keberkahan dan kesehatan di usia senjanya. Amin

Setelah selesai, saya istirahat sebentar dan berjalan-jalan di sekeliling jalan tol tersebut. Di pagi hari seperti di bulan Ramadan seperti ini banyak anak-anak kecil maupun remaja yang sekedar berjalan-jalan pagi di ruas jalan tol ini. Sesekali terdengar dentuman bunyi petasan yang disulut oleh anak-anak kecil.

Di tol Solo-Kertosono ruas desa Djebol ini ternyata ada 1 bidang sawah yang belum diurug dan dikerjakan oleh pelaksana proyek. Jadinya jalan tol ini masih terputus dan harus melewati jalan kecil di samping tol untuk menyeberang ke ruas jalan tol di depannya. Karena akhir-akhir ini sering hujan, jadinya sawah yang dulunya sudah dikeruk tersebut tergenang air yang kedalamannya mungkin sekitar 3-4 meter. Ada garis pembatas dan papan peringatan untuk tidak masuk di kubangan tersebut karena berbahaya.

Ruas tol solo-Kertosono di desa Djebol ini belum bisa dilalui pemudik tahun ini karena memang masih terputus. Pemudik baru bisa melalui tol mulai dari pintu gerbang di daerah Klodran, Colomadu yang nantinya tembus ke daerah Karanganyar dan Sragen.

Berikut ini gambaran suasana pagi hari di jalan tol Solo-Kertosono yang saya potret pagi tadi.

tol solo kertosono 10

tol solo kertosono 8

tol solo kertosono 7

tol solo kertosono 6

tol solo kertosono 3

tol solo kertosono 2

Tulisan menarik lainnya:

Iklan

8 pemikiran pada “Menikmati Pagi di Ruas Jalan Tol Solo-Kertosono

Monggo, silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s