De Tjolomadoe, Bekas Pabrik Gula itu Kini telah Berubah Fungsi

Diposting pada

cahbrogo.net – sobat cahbrogo, bagi masyarakat Solo mungkin tidak asing dengan bekas Pabrik Gula Colomadu yang di awal tahun 2018 ini sudah berubah wujudnya. De Tjolomadoe, Bekas Pabrik Gula itu Kini telah berubah fungsi. Sudah puluhan tahun pabrik gula tersebut tidak beroperasi dan tidak terawat. Di tahun 2017 bekas pabrik gula ini mengalami renovasi besar-besaran. Beberapa bangunan dibongkar namun ada juga bangunan yang tetap dipertahankan tetapi mengalami perbaikan di beberapa sisi. Bangunan yang masih tetap dipertahankan adalah bangunan utama yang terdapat mesin-mesin giling dan juga cerobong asapnya. Kini nama dari bekas pabrik gula tersebut juga sudah berubah seiring dengan bergantinya fungsi bekas pabrik tersebut.

De Tjolomadoe

Jika melihat pada tahun yang terdapat pada bangunan utama bekas Pabrik Gula Colomadu sebelum dilakukan renovasi, tertulis tahun 1861. Tahun tersebut mungkin bisa menjadi tanda bahwa mulai beroperasinya/berdirinya pabrik gula Colomadu tersebut. Kini De Tjolomadoe telah berubah fungsi. Merujuk website resminya, De Tjolomadoe difungsikan sebagai convention hall, multi-purpose hall, shopping arcade, dan juga heritage museum.

Kesan angker yang telah lama melekat di bekas pabrik gula Colomadu ini perlahan mulai hilang setelah renovasi besar-besaran tersebut. Namun sayangnya ada beberapa bangunan lama yang hilang setelah direnovasi seperti dulu pernah ada POM bensin mini di dalam kompleks pabrik gula Colomadu ini. Ada juga bangunan kantor di bagian depan yang sudah dirobohkan dan diganti dengan taman. De Tjolomadoe mulai dibuka untuk umum pada 24 Maret 2018 bertepatan juga dengan konser David Foster di De Tjolomadoe ini.

Setelah resmi di buka, tiap hari banyak para wisatawan maupun masyarakat sekitar yang penasaran dengan wujud baru dari bekas pabrik gula Colomadu ini. Dan ketika saya berkesempatan datang ke sana kebetulan sedang ada Festival Seni dan Sains di De Tjolomadoe tersebut. Saat saya datang, hari sudah sore dan masih ramai dan banyak yang datang. Mereka sekedar mengambil gambar dan juga berkeliling memasuki bangunan-bangunan de Tjolomadoe ini.

Ruangan di De Tjolomadoe

di De Tjolomadoe ini setidaknya ada 8 ruangan yang terdiri dari stasiun gilingan, stasiun penguapan, stasiun karbonatasi, stasiun ketelan, besali, dua concert hall, dan sarkara hall. Di masing-masing ruangan stasiun kita akan menemukan bekas-bekas mesin yang dulunya digunakan untuk memproduksi gula.

Stasiun yang paling banyak mesin-mesinnya adalah pada stasiun gilingan, stasiun penguapan, dan juga stasiun ketelan. Kalau untuk besali ini sudah dijadikan sebagai cafe yang terdapat dalam gedung tersebut. Sementara itu juga ada hall yang bisa digunakan untuk melakukan acara musik atau yang lainnya.

Nah, itu tadi sedikit informasi mengenai de Tjolomadoe yang baru saja dibuka pada akhir Maret 2018 kemarin. Semoga bermanfaat.

baca juga:


Advertisements
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Silakan Berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.