Dimana Sawahku Sekarang

Diposting pada

\"Sawah
Di tahun 1990-an sawah merupakan pemandangan yang jumlahnya sangat banyak. Sebagian besar penduduk di kampung berprofesi sebagai petani. Sawah merupakan tempat mereka untuk mencari rezeki. Walaupun tidak membuat mereka kaya materi, tetapi masih bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup bagi keluarganya. 20 tahun berjalan, kondisi pun berubah. Sawah-sawah yang dulunya menjadi tempat mencari rezeki bagi petani sekarang menjadi perumahan, pabrik-pabrik, gudang industri, dan bahkan jalan tol. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan industri maka makin besar pula kebutuhan individu untuk memiliki rumah sendiri dan industri membutuhkan lahan untuk membangun tempat produksi atau gudang penyimpanan.
\"pengurukan
\"berubah
Jika hal ini terus berlanjut, sawah akan menjadi hal yang langka dan mungkin juga beberapa puluh tahun ke depan tidak akan ada profesi petani. Terlebih lagi sekarang anak dari seorang petani sudah tidak mau untuk mengikuti jejak dari bapaknya dikarenakan mungkin hasil dari bertani tidak dapat diharapkan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Mungkin karena kebutuhan ekonomi, para pemilik sawah yang mayoritas adalah petani merelakan sawahnya untuk dijual tanpa memikirkan tentang bagaimana nasib anak cucunya di kemudian hari. Satu hal yang pernah Bapak saya katakana bahwa sawah adalah warisan untuk anak cucu kita, jangan dijual.

Ini hanya sekadar opini pribadi saya, bagaimana dengan Anda?


Advertisements
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

19 thoughts on “Dimana Sawahku Sekarang

  1. anak petani dah ga ada yang mau jadi petani, mereka pilih kerja kantoran di kota… lagian klo luas sawah nanggung, penghasilan petani gak seberapa..
    serba salah…

Silakan Berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.