Impresi Pertama Mengendarai Suzuki GSX150 Bandit, Nyaman Poll

Diposting pada

cahbrogo.net – sobat cahbrogo, Suzuki GSX150 Bandit merupakan motor sport naked dari Suzuki untuk menemani Suzuki GSX-S150. Motor ini pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam ajang GIIAS 2018 di Jakarta dan baru bulan Oktober 2018 motor ini secara resmi dirilis oleh Suzuki. Secara desain memang motor ini berbeda dengan Suzuki GSX-S150. Motor ini memiliki jok yang lebih nyaman (jok tandem) bagi pembonceng jika dibandingkan dengan GSX-S150 yang menggunakan model split seat. Pertama kali saya mencoba motor ini adalah baru pada 16 Maret 2019 kemarin saat menghadiri undangan dari Suzuki dalam acara Suzuki Saturday Night Riding di Jogja. Dan kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai bagaimana impresi pertama mengendarai Suzuki GSX-150 Bandit untuk riding dalam kota.

Ceritanya saat Suzuki Saturday Night Riding di Jogja panitia meminjamkan beberapa unit motor Suzuki untuk digunakan riding ke Tebing Breksi. Unit motor Suzuki yang dipinjamkan tersebut terdiri dari GSX-R150, GSX-S150, Satria F150, Nex II, dan juga Suzuki GSX150 Bandit. Jujur, dari semua unit motor yang saya sebutkan di atas baru Suzuki GSX-R150 yang pernah saya coba, itupun cuma sebentar saja. Sebenarnya saya ingin mencoba mengendarai Suzuki GSX-S150 karena memang belum pernah menjajalnya. Namun karena sudah ada yang memakai, maka saya mengalah untuk menggunakan Suzuki GSX-150 Bandit.

Impresi Pertama Mengendarai Suzuki GSX150 Bandit, Nyaman Poll

Banyak yang bilang bahwa Suzuki GSX-150 Bandit ini kekurangannya pada sisi desain yang india banget dan tidak sesuai dengan nama yang diusungnya (BANDIT). Soal desain kalah dengan saudaranya, bahkan juga dengan kompetitornya seperti CB150R SF dan Vixion. Namun dengan desainnya yang seperti itu, bagi sebagian orang termasuk saya malah suka karena terlihat lebih kalem.

Oke langsung saja, pertama kali duduk di atas jok Suzuki GSX150 Bandit ini terasa empuk dan pantat bisa bergeser ke belakang karena joknya tandem. Dengan tinggi saya 175 cm, kaki masih bisa menapak sempurna ke aspal dan masih sedikit nekuk. Kemudian untuk kemudinya/stangnya terlihat lebih lebar dan tinggi jika dibandingkan dengan si prengus megapro saya. Dengan kemudi yang lebih lebar dan tinggi tersebut menjadikan tangan, bahu, dan punggung tidak mudah capek.

Untuk footstep atau pijakan kaki posisinya agak ke belakang, sehingga kaki harus menekuk ke belakang. Dengan posisi footstep yang agak ke belakang tersebut membuat kaki pengendara terlihat lebih sporty. Rute yang saya lewati ketika riding menggunakan Suzuki GSX150 Bandit dimulai dari Suzuki Indojaya Dongkelan hingga ke Tebing Breksi. Jarak tempuhnya kurang lebih sekitar 27 km dengan melalui jalanan aspal dan juga jalan beton.

Cuaca saat riding malam hari tersebut memang sedang gerimis setelah sore harinya turun hujan cukup deras di Kota Jogja. Pertama kali memutar tuas gas Suzuki GSX150 Bandit ini ternyata cukup enteng dan koplingnya pun juga ringan. Mesin 150 cc DOHC khas GSX Series pun juga enak banget buat diajak stop and go di tengah kota Jogja. Torsi selalu mengisi di rpm rendah sampai rpm tinggi sekalipun.

Selepas kota Jogja perjalanan dihadapkan pada jalanan yang minim penerangan dan juga banyak jalan berlubang. Headlamp LED Suzuki GSX150 Bandit yang terang sangat membantu sekali ketika riding di malam hari dengan penerangan jalan yang minim. Pengendara jadi lebih mempunyai visibilitas lebih terhadap jalan yang ada di depannya dan dapat menghindari apabila ada jalan berlubang.

Di akhir perjalanan sebelum tiba di Tebing Breksi, jalanan aspal berganti menjadi jalanan beton dengan kontur yang terus menanjak. Suzuki GSX150 Bandit mampu melibas jalanan beton yang menanjak tersebut dengan enteng dan lancar tanpa ada kendala berarti.

Kesimpulan

Tentu saja setiap barang buatan manusia tidak ada yang sempurna. Dibalik semua kelebihan yang ada pastinya ada kekurangan yang terselip pada barang tersebut. Nah, di Suzuki GSX150 Bandit ini tentu saja ada beberapa kelebihan dan kekurangan menurut saya.

Kelebihan Suzuki GSX150 Bandit

  • Jok tandem lebih nyaman, lebih lebar, dan lebih empuk dari GSX-S sehingga cocok untuk perjalanan jauh.
  • Untuk pembonceng juga lebih mudah ketika naik karena tinggi jok belakang lebih rendah dibandingkan GSX-S.
  • Mesin sangat responsif dan nafasnya panjang, bisa dipaksa hingga 12.000 rpm.
  • Stang lebar dan tinggi, cocok dan nyaman buat perjalanan jauh. Serta sangat lincah buat selap-selip di jalanan perkotaan.
  • Suspensi empuk dan ban cukup lebar menjadikan masih tetap nyaman saat melibas jalanan rusak sekalipun.

Kekurangan Suzuki GSX150 Bandit

Menurut saya kekurangan dari Suzuki GSX150 Bandit hanya ada pada desain headlamp dan juga stoplampnya yang mirip dengan desain Satria F150. Selebihnya, Suzuki GSX150 Bandit masih bisa untuk head to head dengan rivalnya yang lain.

Nah, itu mungkin sedikit impresi saya dan kesimpulan setelah riding pertama kalinya menggunakan Suzuki GSX150 Bandit. Review di atas murni dari pendapat pribadi saya, mungkin bisa berbeda dengan review yang dilakukan oleh orang lain. Semoga bisa menjadi referensi dan semoga bermanfaat.

Baca juga:


Advertisements

Silakan Berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.