Restorasi Yamaha V75 Bu Bandi oleh Komunitas Pecinta Yamaha Lawas

Diposting pada

Restorasi Yamaha V75 Bu Bandi oleh Komunitas Pecinta Yamaha Lawas

cahbrogo.net – sobat cahbrogo, motor lawas yang terawat akan menjadikan pemiliknya merasa bangga dan memberikan perasaan senang oleh pemiliknya. Namun akan lain halnya apabila memiliki motor lawas namun sudah tidak terawat. Hal ini mungkin karena sang pemilik tidak sempat merawat atau tidak mempunyai biaya untuk merawatnya. Hal ini pun sama seperti yang dialami oleh Bu Bandi, karena tidak adanya biaya maka mtoor kesayangannya yaitu Yamaha V75 menjadi tidak terawat.

Restorasi Yamaha V75 Bu Bandi oleh Komunitas Pecinta Yamaha Lawas

Karena keibaan terhadap kondisi motor milik Bu Bandi, Komunitas Pecinta Yamaha Lawas berinisiatif untuk merestorasi Yamaha V75 milik Bu Bandi. Akhirnya, terkumpullah uang dan juga spare part donasi dari anggota yang tergabung dalam grup tersebut. Uang yang terkumpul berjumlah sekitar Rp 2.050.000,- dan uang tersebut diluar donasi spare part.

Restorasi Yamaha V75 Bu Bandi 1

Butuh waktu sekitar 4 bulan untuk merestorasi motor milik Bu Bandi warga desa Randubowo Karang Anom, Klaten. Nampak wajah gembira di raut Bu Bandi setelah mengetahui motornya yang dulu tidak terawat, kini menjadi seperti baru lagi. Dan untuk cerita lengkapnya bisa disimak postingan oleh Djoko Supriyanto di grup Yamaha Lawas berikut.

Djoko Supriyanto > Yamaha Lawas

PENYERAHAN MOTOR BU BANDI

Setelah melalui perjalanan dan waktu yang panjang, setahun 4 bulan. Akhirnya PROGRAM PEDULI KASIH YAMAHA LAWAS untuk memperbaiki motor Bu Bandi, warga desa Randubowo Karang Anom, Klaten akhirnya selesai. Hari minggu kemarin, 6 Januari 2019, motor yamaha V75 milik bu Bandi diserahterimakan kepada keluarga beliau di rumahnya.

Saya mewakili teman-teman team ‘bedah motor’ bu Bandi mengucapkan terimakasih kepada teman-teman semua, para donatur parts dan juga donatur dana yang sudah menyumbang dengan ikhlas. Semoga kebaikan teman-teman mendapat balasan kebaikan dari yang maha kuasa. Hal terindah dari program ini adalah menyaksikan cahaya kebahagiaan dari bu Bandi saat melihat motor buluknya kembali dalam kondisi bersinar. Bu Bandi ambruk memeluk motor itu dalam suasana yang emosional. Tiada yang lebih membuat bahagia selain melihat betapa kontribusi teman-teman semua bisa menghadirkan keceriaan pada diri perempuan 73 tahun ini. Dalam usia senja, ketika tidak banyak lagi harapan yang tersisa, kehadiran motor itu benar-benar menjadi berkah terindah untuk bu bandi. Berkali-kali beliau mengucapkan terima kasih atas bantuan teman-teman semua dan betapa bersyukurnya beliau karena Tuhan telah mempertemukannya dengan teman-teman semua dalam program ini.

Ada baiknya saya sampaikan juga beberapa hal menyangkut proses pengerjaan motor bu bandi. Sebagai gambaran singkat, dana sumbangan yang terkumpul berjumah Rp. 2.050.000,- (di luar donasi parts). Dari parts yang terkumpul, sejumlah parts tidak bisa digunakan karena tidak sesuai dengan peruntukan / tidak cocok. Ada beberapa parts yang bukan untuk V75 juga disumbangkan. Ada juga parts untuk V75 dari tahun yg berbeda sehingga tidak bisa dipasang. Akhirnya teman-teman mekanik berinisiatif mencari sendiri part yg cocok dengan harapan lebih bisa menghemat waktu. Uang donasi digunakan untuk rekondisi rangka meliputi pengelasan, center rangka, reinforcement dll. Pengecatan dengan material terbaik (terima kasih buat tim pengecat yang berhasil mengembalikan kemilau V75 seperti sedia kala), pengerjaan/overhaul mesin, pembelian aki, komponen kelistrikan, belanja baut dan aneka pernak-pernik (bagi yg biasa merestorasi pasti tau), sisanya untuk mebeli parts yang belum tercover donasi part (yang ternyata lumayan banyak). Tentu saja dana tersebut kurang. Kekurangan dana sementara ditalangi oleh crew mekanik yang digawangi oleh om Mogol Kram Otak dkk.

Karena kekurangan dana pulalah, panitia belum sempat menghidupkan pajak motor bu bandi yang nunggak 12 tahun. Hitungan kasarnya butuh biaya lagi 9 ratus -1,2jt. (Bisa kurang kalau pas pemutihan). Kebutuhan dana tersebut bila saya himpun dengan pinjaman dana talangan dari om Mogol tentu akan menjadi jumlah yang besar. Mempertimbangkan durasi waktu dan pengerjaan motor yang sudah selesai, maka saya putuskan untuk terlebih dahulu menyerahkan motor kepada bu Bandi. Sekali lagi, saya dan juga atas nama keluarga bu bandi mengucapakan terimakasih kepada teman-teman dan juga semua pihak yang telah membantu terlaksananya program ini dengan lancar.

Laporan rekap penerimaan dana serta parts akan saya sampaikan dalam laporan terpisah.

Yang paling akhir, saya mengucapkan terima kasih spesial kepada tim mekanik yang dikomandoi om Mogol Kram Otak dan om Aswin Drag. Yang telah berkorban tenaga dan biaya serta yang paling mahal WAKTU (yang tak mungkin tergantikan) dalam program ini. Saya tau banyak oknum yang berprasangka tidak baik dan berkomentar miring tentang program ini di luar sana. Saya membaca komentar-komentar mereka yang berprasangka buruk, bahkan hendak melaporkan kita ke pihak berwajib karena dianggap melanggar hukum dengan pengerjaan yang molor, serta ungkapan-ungkapan muak dan ketidakpuasan atas jerih payah teman-teman semua yang saya yakin tidak mereka ketahui. Saya anggap hal ini adalah dinamika dan ujian untuk om Mogol dan teman-teman ketika berkhidmat demi kebahagiaan bu Bandi. Alhamdulillah, om Mogol bisa melalui ini dengan baik. Most of the credits is for you,om. Working in silence for the sake of humanity.

Panjang umur jiwa kemanusiaan, semangat untuk membantu, dan kesetiaan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang-orang seperti Bu Bandi yang telah teman-teman pecinta Yamaha lawas tunjukkan. Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih. Anda semua luar biasa

Nah, itu tadi sedikit cerita dramatis mengenai proses restorasi hingga penyerahan motor Yamaha V75 dari Pecinta Yamaha Lawas kepada Bu Bandi. Semoga bermanfaat.

Baca juga:


Advertisements

3 thoughts on “Restorasi Yamaha V75 Bu Bandi oleh Komunitas Pecinta Yamaha Lawas

Silakan Berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.