ergonomi tinggi 175 cm naik honda genio

Tinggi 175 cm Naik Honda Genio 110, Gimana Rasanya?

Diposting pada

cahbrogo.net – sobat cahbrogo, melanjutkan artikel sebelumnya mengenai Fun Touring Blogger Vlogger Jateng dengan Honda Genio 110 di Kota Solo. Acara tersebut diselenggarakan oleh HC3 Astra Motor Semarang dan juga bekerja sama dengan beberapa dealer di Kota Solo untuk lebih memperkenalkan Honda Genio kepada masyarakat. Kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya ketika mengendarai naik di atas Honda Genio 110. Saya memiliki tubuh dengan tinggi 175 cm naik Honda Genio 110, lalu seperti apa rasanya? Berikut  ulasan lengkapnya.

Tinggi 175 cm Naik Honda Genio 110, Gimana Rasanya?

Seperti yang kita tahu Honda Genio 110 ini merupakan motor matik terbaru yang dihadirkan oleh AHM. Pangsa pasarnya jelas untuk mengisi kekosongan diantara rentang harga Honda BeAT dengan harga Honda Scoopy. Honda Genio 110 ini memang merupakan skutik yang sangat cocok untuk digunakan anak muda, Dengan tampilan yang mirip-mirip Scoopy skuter ini bisa memberikan nilai yang unggul.

Honda Genio 110 memiliki dimensi panjang 1.869 mm, kemudian lebar 692 mm, dan tinggi 1061 mm. Dengan dimensi tersebut, motor ini sangat cocok untuk dikendarai orang postur berat maksimal 70 kg dan tinggi sekitar 165 cm.

Ergonomi

tinggi 175 cm naik honda genio
Liihat saja kaki saya yang miring ketika duduk di atas joknya

Untuk tinggi jok/tempat duduk Honda Genio 110 ada di angka 740 mm. Dengan tinggi jok tersebut, saya yang memiliki tinggi tubuh 175 cm ketika duduk di atas joknya, kaki masih bisa menampak dengan sempurna, bahkan sisa. Untuk kualitas joknya pun juga cukup empuk dan juga lebar sehingga pantat terasa nyaman duduk di atasnya. Lanjut ke ergonomi berkendara pun sebenarnya cukup nyaman, hanya saja kaki dan tangan saya terlalu menenekuk ketika naik di atas Honda Genio 110 ini.

Handling

Untuk handlingnya, dengan ban depan berukuran 80/90 ring 14 inchi dan belakang 90/90 ring 14 inchi sangat nyaman ketika meliuk-liuk di jalanan. Tarikan gasnya enteng dan torsi bawahnya cukup besar, hal ini terbukti dengan Pak Eko satuaspal yang dengan mudahnya wheelly. Ini mungkin juga berkat rangka barunya yang disebut dengan ESAF yang cukup ringan namun kokoh. Namun sayangnya untuk top speed masih belum bisa diketahui karena ini hanya fun touring berkeliling di tengah kota dengan lalu lintas yang padat.

Pengereman

Unit yang saya pakai adalah unit Genio110 CBS yang jika tuas rem belakang di tekan maka roda depan pun juga akan ikut mengerem. Tipe CBS ini sangat cukup baik dalam hal pengeremannya walaupun di bagian belakangnya masih menggunakan rem tromol. Untuk pengereman, baik di rem depan maupun belakang ternyata cukup pakem dan tuas remnya pun cukup empuk ketika ditarik.

Bagasi, USB Charger, & Konsumsi Bahan Bakar

ergonomi tinggi 175 cm naik honda genio

Kemudian untuk bagasinya walaupun tidak terlalu besar kapasitasnya, namun bisa untuk menyimpan tas kecil maupun jaket di dalamnya. Selain itu, fitur yang sangat bermanfaat pada skutik ini adalah adanya USB charger sehingga ketika baterai smartphone kita akan habis bisa melakukan pengecasan smartphone yang letaknya di dalam bagasi. USB Charger di dalam bagasi ini juga diklaim aman oleh AHM karena sudah dilakukan pengujian secara berlanjut.

Beralih pada konsumsi bahan bakarnya, konsumsi bahan bakar Honda Genio 110 ini pun terbilang cukup irit. Berdasarkan klaim dari AHM motor ini mampu untuk menempuh jarak hingga 59 km/liter bahan bakar.

Kesimpulan

Kesimpulannya sebenarnya Honda Genio 110 ini untuk riding impressionnya sangat nyaman walaupun tinggi saya 175 cm. Dengan tinggi saya yang 175 cm tersebut terlihat seperti kurang pas karena postur tubuh saya terlihat terlalu besar jika dibandingkan dengan dimensi motornya. Kaki dan tangan saya harus menekuk saat berkendara dengan motor ini. Namun akan beda ceritanya apabila yang menaiki memiliki tinggi di bawah saya. Nah, untuk yang tingginya di bawah saya pastinya sangat pas dan sangat nyaman berkendara dengan Honda Genio 110 ini.

Terlebih lagi desainnya yang mirip-mirip dengan Scoopy menjadikan kita lebih pede karena nuansa retro modernnya terasa. Namun jangan mengharapkan top speed yang tinggi untuk motor ini karena ini memang hanyalah motor matik. Kalau untuk torsinya sih masih cukup untuk aktivitas sehari-hari dan pas untuk nongkrong di perkotaan.

baca juga:


Silakan Berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.